Tugas IBD 1
ILMU BUDAYA DASAR
Disusun oleh :
MUHAMMAD RIZKY MUZHAFFAR - 14518935
FAKULTAS PSIKOLOGI
JURUSAN PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2018/2019
Hakikat Ilmu Budaya
A. Pengertian Ilmu Budaya Dasar
Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah IBD dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang astinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri. Untuk mengetahui bahwa ilmu budaya dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan.
Ilmu budaya dasar merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.Sedangkan Secara sederhana IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Ilmu budaya dasar merupakan ilmu yang tanpa kita sadari telah sangat melekat dalam kehidupan kita, baik secara individual, dalam keluarga, maupun dalam masyarakat luas. Namun banyak dari kita yang tidak menyadari dan tidak mengerti akan hal itu, sehingga penerapannya dalam kehidupan menjadi sangat kurang. Dan tanpa kita sadari pula Ilmu Budaya Dasar selalu kita temui dalam kehidupan kita, melalui pergaulan sehari-hari di kampus, dalam masyarakat, dan dalam keluarga. Pentingnya kita menyikapi mengenai Penerapan Budaya Dasar dalam kehidupan sehari-hari akan membuat kita lebih memahami berbagai aturan-aturan atau norma masyarakat agar terciptanya suatu hubungan yang baik.
B. Tujuan Ilmu Budaya Dasar
Penyajian mata kuliah Ilmu Budaya Dasar tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli dalam suatu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya. Akan tetapi, Ilmu Budaya Dasar semata-mata sebagai salah satu usaha pengembangan kepribadian mahasiswa, dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sertanya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.
Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut, Ilmu Budaya Dasar diharapkan dapat,
· Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya.
· Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya, serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
· Mengusahakan agar mahasiswa sebaga calon pemimpin bangsa dan Negara serta ahli dalam bisang disiplin masing-masing.
· Mengusahakan wahana kokmunikasi para akademis agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan demikian, para akdemis diharapkan akan lebih lancer dalam berkomunikasi.
C. Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar
Ada 2 masalah pokok yang menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah ilmu budaya dasar yaitu,
1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapkan masalah kemanusiaan dn berbudaya yng dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya.
2. Hakekat manusia yang satu tau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kehidupan masing-masing jaman dan tempat.
Menilik kedua masalah pokok yang bias dikaji dlam mata kuliah ilmu budya dasar tersebut diatas manpak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian.
Pokok bahasan yang akan dikembangkan adalah :
- Manusia dan cinta kasih
- Manusia dan keindahan
- Manusia dan penderitaan
- Manusia dan keadilan
- Manusia dan pandangan hidup
- Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian
- Manusia dan kegelisahan
- Manusia dan harapan
- Manusia dan cinta kasih
- Manusia dan keindahan
- Manusia dan penderitaan
- Manusia dan keadilan
- Manusia dan pandangan hidup
- Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian
- Manusia dan kegelisahan
- Manusia dan harapan
Kedelapan pokok bahasan itu termasuk dalam karya yang tercakuo dalam pengetahuan budaya. Perwujudan mngenai cinta, misalnya, terdapat dalam karya sastra, tarian, musical, ilsafat, lukisan, patung dan sebagainya.
Ilmu budaya dasar bukan ilmu sastra, ilmu tari, ilmu filsafat dan lain ilmu yang terdapat dalam pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar hanya mempergunkan karya-karya yang terdapat dalam pengetahuan budaya untuk mendekti masalah-masalah kemanusiaan dan budaya.
Ilmu budaya dasar bukan ilmu sastra, ilmu tari, ilmu filsafat dan lain ilmu yang terdapat dalam pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar hanya mempergunkan karya-karya yang terdapat dalam pengetahuan budaya untuk mendekti masalah-masalah kemanusiaan dan budaya.
D. HUBUNGAN MANUSIA DENGAN KEBUDAYAAN
Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan objek yang dilaksanakan oleh manusia.
Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya walaupun dua duanya berbeda tetapi tetap satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya. Tampak akhirnya keduanya merupakan ssatu kesatuan.
Dari sisi lain, hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling kait satu sama lain. Proses dialektis ini tercipta melalui tiga tahan yaitu:
1. Eksternalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dirinya.
2. Obyektivitas, yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas objektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia.
3. Internalisasi, yaitu proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia.
Manusia dengan kebudayaan mempunyai hubungan yang erat satu sama lain. Pada kondisi sekarang ini kita tidak dapat lagi membedakan mana yang lebih awal muncul, manusia atau kebudayaan. Analisa terhadap keberadaan keduanya harus menyertakan pembatasan masalah dan waktu agar penganalisaan dapat dilakukan dengan lebih cermat.
E. Kasus
Keramahtamahan
Pada suatu senja sepulang kuliah saya segera bergegas untuk berangkat latihan ke pusat kebugaran langganan saya di dekat rumah. Bergegaslah saya memacu kendaraan roda dua kesayangan saya supaya datang tepat waktu dengan maksud agar tidak terlalu malam menyelesaikan sesi latihan saya. Sesampainya di sana saya langsung mengisi buku tamu dan menyalami sekaligus mengucapkan salam kepada pelatih yang akrab saya sapa ‘om‘. Sesaat saya melakukan pemanasan tidak lupa saya menyalami dan menyapa orang-orang yang sedang berlatih juga di dalam, tentu tanpa menginterupsi mereka yang sedang berlatih dengan intens. Dengan rasa tidak sabar saya pun langsung bergegas memulai sesi latihan saya, di tengah sesi latihan saya, datang orang lain yang baru mau memulai latihannya. Orang itu melakukan hal yang sama seperti apa yang saya lakukan sebelumnya, menyalami dan menyapa semua orang yang sudah mulai berlatih duluan termasuk saya. Saat itu juga saya langsung merenungi sambil mengambil napas dan berkata dalam hati sembari bersenyum sedikit “Apakah ini yang dinamakan keramathamahan orang Indonesia yang menjadi jati diri orang Indonesia yang membuat bangsa lain kesengsem dengan bangsa kita?“ Saya pun langsung mengeluarkan senyuman kecil di wajah saya karena memikirkan hal ini. Hal ini tentu sangat unik, karena jelas di negara lain tidak ada budaya seperti ini, mungkin jika kita melakukan hal yang sama di negara lain terutama negara barat, orang akan memandang kita seperti orang aneh karena meraka menganggap ini bukan hal yang biasa dilakukan bahkan menggganggu mereka. Bahkan untuk hal kecil seperti kesopansantunan saja, orang-orang kita tidak lupa untuk membawanya selalu kemana saja tanpa mengenal tempat. Inilah wajah dari bangsa kita yang harus selalu kita lestarikan turun-temurun.
F. Sumber


Comments
Post a Comment